Banjir Pohuwato, Bupati Saipul Tinjau Langsung Lokasi dan Dapur Umum

14
Banjir
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga sat meninjau dapur umum di lokasi banjir (Foto: Suaraindonesia1/Hms)
Suaraindonesia1, Pohuwato – Hujan yang terjadi dengan intensitas cukup tinggi mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Pohuwato. Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga kemudian langsung bergerak cepat turun ke lokasi banjir yang ada di Kecamatan Taluditi, Kamis (14/07/2022).

Didampingi Kadis Pertanian, Kamri Alwi, Sekretaris Dinas PU, Sadirun dan Camat Taluditi, Riko Ali Idrus. Bupati Pohuwato langsung meninjau beberapa titik banjir yang diawali dari lahan pertanian di Desa Panca Karsa 1 yang terendam akibat meluapnya air sungai malango.

Banjir
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga sat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Taluditi (Foto: Suaraindonesia1/Hms)

Kepada masyarakat, Bupati Saipul mengingatkan agar terus waspada mengingat hujan masih terus mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Pohuwato.

“Kepada masyarakat untuk tetap waspada karena melihat curah hujan yang terbilang cukup tinggi akhir-akhir ini. Dihimbau agar masyarakat Pohuwato khususya yang menjadi langganan banjir untuk cepat menghindar dan menyelamatkan diri ketika air sudah masuk ke pemukiman warga,” imbau Saipul.

Tak lupa kepada instansi yang memeiliki kewenangan, ia juga berharap agar terus berusaha membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kepada pihak BPD dan Dinas Sosial saya harap tetap steril di lokasi untuk membantu warga terutama persediaan air bersih dan dapur umum. Selanjutnya, kiranya pihak Kementerian PUPR melalui BWS Sulawesi II untuk dapat meninjau ke lokasi dan dapat menangani segera persoalan tersebut karena sering terjadi berulang ketika curah hujan tinggi dan mengingat sungai tersebut merupakan kewenangan BWS Sulawesi II,” harap Saipul.

Sementara itu Sekretaris Dinas PU, Sadirun menambahkan apa yang terjadi di Kecamatan Taluditi adalah akibat terjadi pendangkalan sungai akibat sedimentasi ditambah lagi curah hujan yang tinggi.

“Yang terjadi di Kecamatan Taluditi akibat intensitas curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan daya tampung sungai tidak mampu akibat pendangkalan sedimentasi dan tidak adanya tanggul sungai, sehingganya terjadi luapan dari sungai kalimas yang merupakan hulu sungai Randangan,” pungkasnya. (Abd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.