Bupati Aceh Tamiang Sampaikan Pemerintah Pusat Hadir Dalam Penanggulangan Wabah PMK.

86

 

Suaraindonesia1- Aceh Tamiang: Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, M.Kn, menerima kunjungan Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Rahmandi dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, drh. Ibrahim, di ruang kerjanya, pada Selasa (10/05/2022).

Di hadapan rombongan tim dari Banda Aceh dan sejumlah wartawan yang meliput, Bupati Mursil di damping Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang, Safuan. SP, berulang kali menyampaikan penegasan hal tersebut.aceh

Bupati Mursil menyampaikan,” bahwa Pemerintah Daerah dan Pusat, hadir dalam penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mewabah di beberapa desa yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang,” terangnya.

Baca: Ribuan Sapi Milik Warga Terkena Penyakit Aceh Tamiang Darurat Wabah PMK.

Didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Safuan, dan Kabag Humas Azwanil Fakhri, dirinya telah memerintahkan dinas teknis mendirikan pos simpul koordinasi (Posko) dan tim khusus penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah menginfeksi lebih dari 1800 ekor sapi di Aceh Tamiang.aceh

“Posko dan tim khusus nanti nya, guna memudahkan koordinasi penanggulangan, mulai dari pelaporan kasus, pelacakan, pencegahan, pengamanan, hingga pengobatan hewan yang terinfeksi Wabah tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi mengatakan,” pihaknya bersama-sama dengan para pemangku kepentingan lintas sektor ikut berpartisipasi dalam penanggulangan wabah PMK di Bumi Muda Sedia,” ucapnya.

Meski angka sapi terinfeksi tinggi, namun angka kematian masih rendah. Saya optimis penanggulangan secara terpadu dapat membebaskan PMK di Provinsi Aceh dan Indonesia.

Ditempat yang sama, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, Ibrahim menyebutkan,” petani/peternak dan masyarakat perlu diberikan edukasi kembali tentang potensi, risiko dan cara penanggulangan PMK tersebut,” terangnya.

“ Edukasi yang kita berikan supaya petani/peternak dan masyarakat paham tentang penyakit ini melalui penyuluhan dan media informasi yang ada.

Hal yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Safuan dalam keterangan persnya kemarin menjelaskan,” lebih dari 1.800 ekor sapi di Aceh Tamiang terinfeksi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dari total populasi sapi yang berjumlah 45 ribuan ekor. dari jumlah tersebut, sebanyak 11 ekor di antaranya yang mati akibat serangan penyakit tersebut,” jelas Safuan.

Pemkab Aceh Tamiang sendiri, telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Aceh Tamiang Nomor 520/2133/2022 tertanggal 08 Mei 2022 tentang Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.(edi.s)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.