Bupati Saipul : Latihan Berbasis Kompetensi Salah Satu Solusi Ciptakan SDM Terampil

189
Bupati
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga saat foto nersama dengan peserta pelatihan.
Suaraindonesia1, Pohuwato – Dalam rangka menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompetensi dan memiliki daya saing. Maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Pohuwato melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) melakukan pembukaam pelatihan berbasis kompetensi (PBK), Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (07/06/2022).

Hal inipun mendapat sambutan hangat dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga saat membuka kegiatan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) tahap ke dua dengan tiga jurusan.

Bupati
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga saat menuampaikan sambutan.

Menurutnya, pelatihan seperti ini dapat menjadikan SDM khususnya yang ada di Kabupaten Pohuwato menjadi terampil dan berdaya saing mengingat perkembangan jaman yang semakin pesat.

“Pelatihan berbasis kompotensi ini adalah salah satu solusi untuk menciptakan SDM yang terampil dan siap menghadapi dunia kerja serta mampu mengurangi penggangguran,” ujar Saipul.

“Pemberdayaan angkatan kerja melalui BLK merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja. Khususnya bagi masyarakat yang hanya memiliki tingkat pendidikan setingkat sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas dan tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.

Bupati
Suasana saat Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga membuka pelatihan kompetensi.

Untuk itu kepada para peserta yang hadir, Bupati Saipul berharap agar pelatihan tersebut dapat diikuti dengan sebaik-baiknya.

“Ikutilah pelatihan keterampilan berbasis kompotensi ini dengan sungguh-sungguh, kalian adalah generasi yang hidup dimasa mendatang,” harap Saipul.

Sementara itu, Kepala BLK Pohuwato, Ferny Deity Lengkong menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan tersebut akan diikuti oleh peserta selama 33 – 35 hari.

“Kegiatan yang dilaksanakan dengan masing-masing bidang keahlian berlangsung selama 260 dan 280 jam pembelajaran selama 33 dan 35 hari dengan peserta 16 orang tiap kejuruan, sehingga dari 3 kejuruan terdapat 48 orang peserta dari beberapa kecamatan di Kabupaten Pohuwato,” jelas Ferny.

“Pelatihan ini menghadirkan tenaga instruktur BLK yang telah di fasilitasi oleh Kemenaker, tenaga instruktur yang berkompeten sesuai bidang keahlian,” pungkasnya. (Abd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.