Dinkes Provinsi Gorontalo Apresiasi Berbagai Pelayanan Kesehatan dalam Gebyar SMS

174
Dinkes
Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Reyke Uloli, Skm, M. Kes. (Foto: Suaraindonesia1/Abd)
Suaraindonesia1, Pohuwato – Pelaksanaan Gebyar SMS yang mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai dengan slogan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga dan Wakil Bupati, Suharsi Igirisa yakni “Sehat Maju Sejahtera” diapresiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) pencegahan dan pengendalian penyakit, Reyke Uloli, Skm, M.Kes, saat meninjau langsung pelayanan kesehatan pada Gebyar SMS, Jum’at (10/06/2022).

Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pohuwato dapat menjadi contoh untuk kabupaten lain.

Dinkes
Perwakilan Dinkes Provinsi Gorontalo, Reyke Uloli, saat foto bersama Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Dandim 1313 Pohuwato, Kadis Kesehatan Pohuwato (Foto: Suaraindonesia1/Abd)

“Kami sangat apresiasi dengan gerakan dari pak Bupati bersama Dinas Kesehatan Pohuwato. Tentunya ini bisa sangat di contoh oleh kabupaten lainnya,” ujar Reyke.

Menurutnya pelayanan kesehatan yang ada dalam pelaksanaan Gebyar SMS sudah sangat komplit. Hanya saja perlu sedikit tambahan beberapa pelayanan lagi untuk pemeriksaan penyakit tidak menular.

“Ini sangat terpadu dan komplit boleh dikatakan seperti itu,” ungkap Reyke.

“Tentunya ada juga yang kami lihat pada saat ini perlu ditambahkan seperti deteksi dini untuk mencegah terhadap penyakit tidak menular karena itu sangat tinggi contohnya seprti kanker. Untuk kita di provinsi itu dari 2020 ke 2021 ada peningkatan dua kali lipat,” jelasnya.

Dinkes
Reyke Uloli, Skm, M. Kes, saat diwawancarai awak media (Foto: Suaraindonesia1/Abd)

Lebih lanjut Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Provinsi Gorontalo ini menambahkan agar pelayanan kesehatan yang ada juga dapat menyasar kelompok resiko HIV.

“Saya kira ini sudah sangat baik sekali dari pengobatan gratis, pemeriksaan ibu hamil. Jadi meminimalkan resiko-resiko yang terjadi kepada ibu hamil. Jadi masih banyak lagi yang bisa di integrasikan seperti pemeriksaan HIV bisa dilakukan pada kesempatan seperti ini bagi mereka yang kelompok resiko,” tambah Reyke.

Terakhir ia berharap kepada pemerintah daerah agar dapat menseriusi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan tetap menggenjot pencapaian Vaksinasi walaupun saat ini penyebaran Covid-19 mulai melandai.

“Jangan lupa sekarang walaupun Covid sudah melandai tetapi Vaksinasi harus kita genjot untuk lebih ditingkatkan lagi. Termasuk BIAN bulan imuniasasi yang sempat peningkatannya belum tinggi itu harus dikejar. Sehingga betul-betul kejadian luarbiasa kita bisa tekan dan tidak akan terjadi di Pohuwato,” harapnya. (Abd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.