Ekonomi Pancasila Jadi Strategi Hadapi Ancaman Krisis Ekonomi Global Saat Ini

Suaraindonesia, Jakarta, 15 Juli 2022—Ancaman krisis ekonomi global semakin nyata di depan mata. Tandanya bukan hanya karena Sri Lanka yang saat ini tengah mengalami krisis ekonomi terburuk dalam sejarah sehingga menyebabkan negara itu bangkrut, tetapi eskalasi geopolitik Rusia dan Ukraina yang makin menekan sehingga mengakibatkan kenaikan harga energi dan pangan.

Kesemuanya ini diperparah karena saat ini inflasi di Amerika Serikat dan beberapa nagera maju sangat tinggi sehingga terjadi pengetatan kebijakan moneter dan juga pandemi Covid-19 yang belum usai.Ancaman

Anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, sebagai negara dengan potensi ekonomi yang besar, Indonesia saat ini dan ke depan harus semakin konsisten mengimplementasikan ekonomi Pancasila agar bisa bertahan di tengah ancaman krisis ekonomi global yang sudah di depan mata. Selain karena situasi geopolitik dan pandemi, ancaman krisis ekonomi global yang terjadi saat ini juga karena tujuan berekonomi dunia didominasi hanya untuk mencapai efisiensi dalam produksi dan konsumsi barang-barang material serta mengesampingkan keadilan. Sementara tujuan berekonomi versi Ekonomi Pancasila adalah memenuhi tujuan efisiensi sekaligus keadilan.

Baca: Jelang Pemilu 2024, Politik Hukum Pancasila Perlu Dikuatkan  

“Kekuatan Ekonomi Pancasila itu terletak pada dimensi keadilan yang menjadi tujuan berekonomi. Dimensi keadilan inilah yang saat ini tidak dipraktikkan dalam ekonomi global sehingga jika ada gejolak, ekonomi dunia menjadi rentan. Ekonomi dunia saat ini mengutamakan kemakmuran orang-seorang, bukan kemakmuran seluruh warga dunia sehingga pondasinya rapuh.

Padahal keadilan dan pemerataanlah yang membuat ekonomi tumbuh dan tahan akan krisis. Oleh karena itu, saat ini dan kedepan, bangsa ini harus semakin konsisten mengimplementasikan ekonomi Pancasila agar bisa bertahan di tengah ancaman krisis ekonomi global yang sudah di depan mata ini,” ujar Fahira Idris di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI) di Kawasan Jakarta Pusat (15/7).

Menurut Fahira, yang membuat Ekonomi Pancasila mampu bertahan dari ancaman krisis ekonomi global dikarenakan baik secara filosofis maupun implementasinya mengandung prinsip  kemanusiaan,  nasionalisme  ekonomi,  dan demokrasi ekonomi  yang  semuanya diwujudkan  dalam  ekonomi  kerakyatan  dan  keadilan.

Contoh sederhananya adalah jika Indonesia mempunyai sumber daya alam yang langka atau terbatas maka alokasinya harus dimanfaatkan secara rasional sehingga mencapai hasil yang maksimal bagi kesejahteraan dan pemerataan ekonomi seluruh rakyat  Indonesia.

“Saat ini  ironi yang terjadi di dunia akibat ancaman krisis ekonomi global ini adalah negara-negara maju dan negara-negara kaya terus mengeluh soal stagflasi dan risiko resesi, sementara negara-negara lain terutama negara sedang berkembang kelelahan memutar otak bagaimana masyarakatnya bisa bertahan hidup akibatnya tingginya harga pangan dan energi. Jangan sampai situasi seperti ini terjadi di Indonesia,” pungkas Fahira Idris. #

FAHIRA IDRIS, S.E., M.H

Anggota DPD RI DKI Jakarta

Telp: 0818430086/08170877686

Must Read

Related News

Bupati Tanggamus Resmikan Gedung Ketahanan Pangan di Pekon Terbaya.

  SuaraIndonesia1.Tanggamus-- Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, Menghadiri dan Meresmikan Gedung Baru Ketahanan Pangan yang merupakan Kegiatan Pemerintahan Pekon. Di Jalan Bumi Jaya Pekon Terbaya...

Syarifah: Pemda Aceh Tamiang Terus Pandu Sekolah Lapang.

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, dibawi koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Karang Baru,...

Dishub Sosialisasikan Keselamatan Angkutan Sungai

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Dishub Kabupaten Aceh Tamiang melaksanakan Sosialisasi dan Pengawasan Keselamatan penyeberangan kepada Operator angkutan sungai (getek) yang berada di beberapa kampung dalam wilayah...

Pembersihan Makam Pahlawan Sambut HUT RI Ke-77

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Puluhan personel Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang dan Ormas, laksanakan Gotong Royong membersihkan Taman Makam Pahlawan Nasional...

Pemerintahan Kampung Alur Bemban Laksanakan Santunan Anak Yatim.

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Pemerintahan Kampung Alur Bemban laksanakan kegiatan santunan anak Yatim dalam rangka menyambut Muharram. Acara berlangsung di Masjid Babul Falah pada senin, (8/8/2022). Panitia penyelenggara...

Panitia Anggaran DPRK Sampaikan Pendapat Terkait KUA PPAS APBK 2023

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang sampaikan pendapat terkait KUA PPAS APBK tahun 2023, kegiatan berlangsung dalam rapat Paripurna,...

Pansus BLBI DPD RI Akan Panggil Antoni Salim Untuk Ketiga Kali

  Jakarta - Suaraindonesia1, Pada tanggal 10 Agustus 2022, Pansus BLBI DPD RI menggelar rapat pendalaman materi dengan mengundang Fadel Muhammad dan Antoni Salim. Rapat...

LaNyalla: Hilangnya Pancasila Sebagai Identitas Konstitusi Jadi Pangkal Utama Karut Marut Bangsa

  JAKARTA - Suaraindonesia1, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan pangkal dari semua persoalan yang semakin membuat Indonesia karut marut adalah dihilangkannya Pancasila...

Puskesmas Kejuruan Muda Laksanakan Vaksinasi Masyarakat Pangkalan.

    Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Polsek Kejuruan Muda melaksanakan kegiatan pengamanan dan monitoring Vaksinasi Covid 19 terhadap masyarakat, serta anak-anak umur dua belas tahun keatas, para Lansia...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.