Hadiri Diskusi APIB, LaNyalla Dapat Penghargaan Pejabat Pro Rakyat

 

BANDUNG – Suaraindonesia1, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menghadiri silaturahmi dan diskusi yang diselenggarakan Aliansi Profesional Indonesia Bangkit (APIB), di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022).

Pada acara yang mengusung tema Current Issue dan Pemecahannya itu Ketua DPD RI didampingi anggota DPD RI asal Lampung Bustami Zainudin, Fachrul Razi (Aceh), Sekjen DPD RI Rahman Hadi dan Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin.apib

Hadir Ketua APIB Memet Hakim dan jajaran pengurus, Ketua Gerakan Bela Negara (GBN) Brigjen (Purn) Hidayat Purnomo, Kolonel (Purn) Sugeng Waras (Ketua Umum FPPI), beberapa pengurus ormas, tokoh masyarakat dan profesi lainnya.

Baca: Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Sidoarjo Terima BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau

Dalam kegiatan itu, LaNyalla mendapat penghargaan sebagai Pejabat Pro Rakyat oleh Ketua APIB Memet Hakim. LaNyalla dianggap berani menyuarakan penderitaan yang dialami rakyat.apib

“Pak LaNyalla kita kenal sebagai pejabat yang selalu pro rakyat. Beliau berani mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat,” ujar Ketua APIB, Memet Hakim.

Sementara itu dalam diskusi yang menghadirkan Rizal Fadillah (Presidium KAMI Jabar) dan Mayjen (Purn) Dedy S Budiman (Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa (FKP2B), terlontar harapan agar Ketua DPD RI mampu meluruskan kondisi bangsa, terutama beberapa lembaga negara yang saat ini tidak berfungsi baik.

“Kami percaya Pak LaNyalla mampu meluruskan eksekutif, yudikatif dan legislatif supaya menjalankan fungsinya, menjalankan Pancasila dan nilai luhur UUD 45 secara benar. Ini cara dari atas untuk perbaiki negeri ini. Sedangkan cara dari bawah melalui kekuatan rakyat,” tegas Mayjen (Purn) Dedy S Budiman.

Menurutnya NKRI sedang sakit parah karena penyakit Covid, oligarki dan komunisme. Yang paling menonjol bidang tentunya kerusakan di bidang ekonomi.

“Kita melihat secara geografis tanah air kita ini 80 persen dikuasai asing atau oligarki. Di bidang Demografi, kita pada kondisi sangat miskin. 150 juga pengangguran yang potensial akan miskin. Juga hal lainnya,” ujarnya.

Kenapa bangsa ini sakit parah? Karena kapten kapalnya dan krunya sudah tak sehat. Selain itu yudikatif, eksekutif dan legislatif juga sudah terpapar oligarki komunisme.

“Sekarang ini yang masih sehat hanya DPD RI. Makanya kita semua mengantungkan harapan perbaikan negeri ini kepada pak LaNyalla dan DPD RI,” katanya.

Rizal Fadilah, Presidium KAMI Jabar mengatakan kerusakan bangsa diawali dari pembusukan kepala. Seperti ikan yang lebih dahulu busuk dari kepala. Makanya perlu penyegaran perlu dari kepala.

“Artinya aspek fundamental yang perlu dibenahi supaya terjadi perubahan adalah leadership,” jelas Rizal.

Ditambahkannya, kerusakan terjadi karena pengelolaan negara tidak sesuai pondasi, baik konstitusi maupun ideologi.

“Karena yang dipraktekkan adalah prinsip politik licik. Seperti awal adanya PT 20 persen, ini sudah aturan licik,” jelasnya.

Sedangkan sebagai institusi yang masih dipercaya rakyat dalam konteks kepemimpinan dan kebersihan institusi, DPD RI harus diperkuat.

Anggota DPD RI hanya 136, sedangkan DPR ada 576. Ini tidak adil dan tak proporsional. Karena MPR terdiri dari anggota DPD dan DPR. Sehingga harus ada perimbangan,” ujarnya.

Senator asal Aceh Fachrul Razi menyampaikan jika negara dalam fase kegelapan. Buktinya hingga hari ini tidak ada keinginan oligarki yang tidak dipenuhi oleh penguasa.

“Misalnya UU Ciptaker, UU IKN. Disahkan secara cepat tanpa partisipasi publik,” jelasnya.

Untuk meluruskan negara ini perlu sosok pemberani, kalau perlu dia adalah preman yang bisa menundukkan preman dan begal-begal yang saat ini berkuasa.

“Karena oligarki itu isinya preman-preman, orang-orang tidak waras yang sudah kuasai semua sektor. Saya kira hanya Pak LaNyalla yang mampu melawan. Apalagi saat ini hanya DPD RI dan people power yang belum dikuasai oligarki,” jelasnya.

LaNyalla sendiri mengaku dirinya kritis kepada pemerintah karena menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Ketua DPD RI. Dirinya bukan oposisi tetapi bersikap sebagai negarawan.

“Tugas DPD RI adalah mengawasi pemerintah. Kebetulan saja terakhir-terakhir ini banyak kebijakan Pak Jokowi yang salah. Itu yang saya kritik. Jadi bukan oposisi ya, tetapi tugas konstitusi,” jelas dia.(*)

*BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI LANYALLA*
www.lanyallacenter.id

Must Read

Related News

Bupati Tanggamus Resmikan Gedung Ketahanan Pangan di Pekon Terbaya.

  SuaraIndonesia1.Tanggamus-- Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, Menghadiri dan Meresmikan Gedung Baru Ketahanan Pangan yang merupakan Kegiatan Pemerintahan Pekon. Di Jalan Bumi Jaya Pekon Terbaya...

Syarifah: Pemda Aceh Tamiang Terus Pandu Sekolah Lapang.

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, dibawi koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Karang Baru,...

Dishub Sosialisasikan Keselamatan Angkutan Sungai

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Dishub Kabupaten Aceh Tamiang melaksanakan Sosialisasi dan Pengawasan Keselamatan penyeberangan kepada Operator angkutan sungai (getek) yang berada di beberapa kampung dalam wilayah...

Pembersihan Makam Pahlawan Sambut HUT RI Ke-77

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Puluhan personel Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang dan Ormas, laksanakan Gotong Royong membersihkan Taman Makam Pahlawan Nasional...

Pemerintahan Kampung Alur Bemban Laksanakan Santunan Anak Yatim.

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Pemerintahan Kampung Alur Bemban laksanakan kegiatan santunan anak Yatim dalam rangka menyambut Muharram. Acara berlangsung di Masjid Babul Falah pada senin, (8/8/2022). Panitia penyelenggara...

Panitia Anggaran DPRK Sampaikan Pendapat Terkait KUA PPAS APBK 2023

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang sampaikan pendapat terkait KUA PPAS APBK tahun 2023, kegiatan berlangsung dalam rapat Paripurna,...

Pansus BLBI DPD RI Akan Panggil Antoni Salim Untuk Ketiga Kali

  Jakarta - Suaraindonesia1, Pada tanggal 10 Agustus 2022, Pansus BLBI DPD RI menggelar rapat pendalaman materi dengan mengundang Fadel Muhammad dan Antoni Salim. Rapat...

LaNyalla: Hilangnya Pancasila Sebagai Identitas Konstitusi Jadi Pangkal Utama Karut Marut Bangsa

  JAKARTA - Suaraindonesia1, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan pangkal dari semua persoalan yang semakin membuat Indonesia karut marut adalah dihilangkannya Pancasila...

Puskesmas Kejuruan Muda Laksanakan Vaksinasi Masyarakat Pangkalan.

    Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Polsek Kejuruan Muda melaksanakan kegiatan pengamanan dan monitoring Vaksinasi Covid 19 terhadap masyarakat, serta anak-anak umur dua belas tahun keatas, para Lansia...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.