Hama Ulat Kipat Mulai Mebyerang Kodi, Saya Minta Kepada Pemerintah segera Tangani

132

 

Tambolaka-suaraindonesia1. Hama ulat Kipat menyerang tanaman jambu mete di wilayah Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur NTT). Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumba barat daya, Heribertus Pemudadi, Sesuai Hasil Rilisan WhatApp-nya yang terima Media Suaraindonesia1 pada Hari Selasa 6/9/2022

Menurut Anggota DPRD dari Partai Golkar saya Minta Kepada Pemerintah Kabupaten Sumba barat daya ,Segera tangani kondisi sekarang jambu Mete, yang menjadi Sumber Penghasilan Ekonomi Rumah tangga Masyrakat lagi-Lagi di Landai Serangangan Serangga berupa Ulat Kipat,ulat

Anggota DPRD dari Daerah Pemilhan Wlayah Kodi Utara ini menurutnya Sebagai bagian dari Keperihatinan kondisi Masyarakat Kodi pada Umumnya hampir seluruh Wilayah kodi menimpa Ulat Kipat Kalau Pemerintah Terlambat ambil tindakan akan Menyebabkan Gagal Panen bagi Petani Jambu mete.

Baca: Kesadaran Masyarakat Berlalu Lintas Masih Rendah

Penegasan Anggota DPRD dari Dapil V ini menurutnya sebab cara Kerja ulat Kipat tersebut makan dari daun jambu sampai habis sudah pasti proses fotosintesi tidak akan terjadi maka akan menyebabkan gagal berbuah dan Mengundang gagal Panen bagi Petani Jambu.ulat

Selaku Ketua Fraksi Golkar saya Mendesak Pemerintah segera Tangani hama ulat Kipat yang Melandai Kerusakan jambu tersebut supaya Masyrakat benar-benar terbantu jelasnya

Marten Pati Katoda, yang di temui terpisah ketika di Mintai Tanggapan oleh Media ini ia meminta Bupati Sumba barat daya,dr. Kornelius Kodi Mete,Lewat Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan ini juga perlu merancang Anggaran untuk mengadakan Posko di setiap Desa sehingga tahun ini bisa Merancangkan Anggaran Lewat ABPD,Menurutnya karena wabah ulat Kipat ini endemic (setiap tahun selalu ada) sehingga perlengkapan APD katanya,(Tibo Suaraindonesia1).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.