Exclusive Content:

Dharma Bhakti TMMD Wujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah

Dengan mengusung Dharma Bhakti  TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di...

Wartawan Luak Limopuluah ” Todong” Wahyudi Thamrin Ikuti Konstetasi Pilwako Payakumbuh 2024- 2029

Wartawan Luak Limopuluah pantas acungkan jempol atas kemunculan Wahyudi...

Silent Majority, Dirty Vote & Parodi Politik

Perhelatan politik Pemilu 2024 dengan segala dinamika dan atmosfirnya...
BerandaDAERAHHotel D'lala Bebas Beroperasional selama 3 Tahun Tanpa Kantongi Izin.

Hotel D’lala Bebas Beroperasional selama 3 Tahun Tanpa Kantongi Izin.

Author

Date

Category

 

Pati – Suaraindonesia1, Keberadaan sebuah hotel yang berdiri di tengah pemukiman di Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti kabupaten Pati sejak kurang lebih 3 tahun lalu itu diduga belum mengantongi ijin operasional dari Pemkab Pati.

Hotel D’lala dengan corak bangunan yang kekinian dan berada di dekat lokawisata Pantai Pesona dan Pantai Idola itu sebetulnya banyak dikeluhkan warga masyarakat setempat yang merasa risih karena sering melihat pasangan pasangan (diduga bukan pasangan resmi) keluar masuk hotel untuk apalagi kalau bukan “Melepas Hajat sesaat menyalurkan Syahwat”.Hotel

Seperti yang Tim Media saksikan sendiri sewaktu menyambangi hotel tersebut terdapat beberapa sepeda motor para tamu yang ternyata setelah keluar kamar mereka adalah sepasang anak manusia berlainan jenis kelamin (laki laki dan perempuan) dengan tersipu malu menundukkan muka dan langsung tancap gas berlalu pergi.

Baca: Ketua DPRD Pultab Meilan Mus Lecehkan Profesi Wartawan 

 

Tim Media tidak berhasil menemui pemilik hotel D’lala tersebut (Sdr. Eko), menurut petugas resepsionis hotel (Prapti) bos nya sedang pergi entah kemana dan tak tahu juga kapan kembalinya.

Prapti karyawan Hotel hanya memberikan nomor hp bosnya namun sewaktu dihubungi oleh salah seorang rekan Media berulangkali baik telpon maupun WA tetap saja tidak ada respon sama sekali.

Kepala Desa Banyutowo saat konfirmasi terkait keberadaan hotel D’lala tersebut.
Yasir selaku Kades Banyutowo (yang ternyata juga ayah pemilik hotel D’lala) seolah olah “Cuci Tangan” dan ” Tutup Mata” terkait keberadaan hotel tersebut, Yasir mengatakan bahwa selama ini tidak ada warga yang merasa resah dengan keberadaan hotel tersebut dan soal belum adanya ijin operasional Yasir justru menimpakan kepada Kades yang lama.

” Itu pengurusannya (ijin-red) dulu jamannya Petinggi yang lama dan saya tidak tahu menahu karena saya juga tidak pernah berkomunikasi dengan anak saya sudah lama. Itu urusannya dia (Eko) sendiri” selanjutnya Yasir mengatakan “Rumah tangga anak saya berantakan karena istrinya dilarikan oleh tetangga sendiri yang bernama Bagus itu pak, sampai sampai koperasinya anak saya yaitu KSP Rakyat Mandiri juga ikut bangkrut” demikian Yasir beralibi kepada Tim Media.

Dari penelusuran Tim Investigasi Media mulai dari Kayandu (DPMPTSP) kabupaten Pati lalu ke Mall Pelayanan Publik dan Disnakertrans serta Disporpar kab. Pati tidak ditemukan jejak bahwa pihak pemilik telah mengajukan rekomendasi untuk pengurusan ijin operasional hotel D’lala tersebut.

Dari Disnakertrans kab. Pati melalu Kabid Hubungan Industrial (Lasmi) disana tidak terdapat catatan laporan penggunaan ketenaga-kerjaan serta dari Disporpar kab. Pati melalui Kabid Destinasi Pariwisata (Dwi Prasetyo) juga tidak ditemukan catatan tentang permohonan rekomendasi untuk mendapatkan ijin operasional.

Atas temuan tersebut Tim kemudian merapat ke Kasatpol PP kabupaten Pati namun Kasatpol PP sedang keluar kantor dan hanya bisa dihubungi via telepon selullernya.
Kasatpol PP menjelaskan bahwa seingatnya dulu waktu dia menjabat sebagai Camat Dukuhseti pernah menandatangani surat permohonan rekomendasi ijin hotel D’lala namun seterusnya beliau tidak mengetahui kelanjutannya.

“Kalau memang belum ada ijin operasionalnya dan sering dipakai sebagai tempat mesum pasangan yang tidak sah tentunya nanti akan kami ambil tindakan tegas mas” demikian tegas Kasatpol PP kabupaten Pati.

Memang dengan fenomena ini segenap jajaran instansi terkait harus segera menertibkan keberadaan sektor sektor usaha yang melanggar aturan apalagi tidak mengantongi ijin operasional dan bahkan ditengarai sering disalahgunakan sebagai tempat mesum pasangan tidak sah yang merusak akhlak masyarakat. (Tr)

 

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: suaraindonesiasatu80@gmail.com. Terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments