Exclusive Content:

Dharma Bhakti TMMD Wujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah

Dengan mengusung Dharma Bhakti  TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di...

Wartawan Luak Limopuluah ” Todong” Wahyudi Thamrin Ikuti Konstetasi Pilwako Payakumbuh 2024- 2029

Wartawan Luak Limopuluah pantas acungkan jempol atas kemunculan Wahyudi...

Silent Majority, Dirty Vote & Parodi Politik

Perhelatan politik Pemilu 2024 dengan segala dinamika dan atmosfirnya...
BerandaDAERAHKadinkes Lahat Apa Yang Disampaikan Kades Suka Marga 138 Data Stunting HOAX

Kadinkes Lahat Apa Yang Disampaikan Kades Suka Marga 138 Data Stunting HOAX

Author

Date

Category

 

SUARAINDONESIA1.ID, Lahat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lahat mengklarifikasi pernyataan Kades Suka Marga, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, Rislan yang menyebutkan data stunting sebanyak 138 anak yang disampaikan Bupati Lahat di Desa Sukamarga adalah hoaks.

Bupati melalui Kadinkes Lahat Taufiq M Putra,SKM.MM didampingi Kadin Kominfo Lahat, Rudi Darma, SE, M.Si menegaskan, bahwa apa yang disampaikan Bupati Lahat adalah merujuk dari data Dinkes Lahat pada tahun 2021 sebanyak 136 balita stunting.suka

” Itu tidak benar apa yang disampaikan oleh Kades Suka marga terlebih lagi Kades nya mengatakan jika data itu adalah hoaks. Perlu kita kita sampaikan, jika yang disampaikan Bupati Lahat berdasarkan data balita Stunting tahun 2021 yang di SK kan di SK desa lokus tahun 2022,” jelasnya.

Baca: Permintaan Sumbangan Di SMPN1 Wedarijaksa, Pihak Komite Tegaskan Bukan Suatu Keharusan.

Dan setelah di Croscek atau di Validasi ulang lanjut Taufiq, data stunting di Desa Sukamarga pada tahun 2021 sebanyak 74 orang balita. Namun untuk data stunting sampai bulan Agustus 2022, pihaknya terang Taufiq untuk datanya sudah ada akan tetapi masih dalam proses validasi ulang tujuan untuk mendapatkan data yang valid dan secara umum Stunting sudah mengalami penurunan.

” Sebagian sudah tidak stunting lagi setelah di intervensi dan kami terus melakukan pemantauan terhadap balita stunting dan beresiko stunting yang dilakukan oleh tim penanganan stunting,,” terangnya.

Untuk itu Taufiq sendiri menyayangkan pernyataan Kades Sukamarga yang seakan – akan apa yang disampaikan nya di salah satu media online merupakan hoaks.
Dalam penanganan Balita stunting perlu sinergitas dan kebersamaan semua pihak baik Dinkes,puskes mas dan jajarannya,camat, kades,PKK,Kader stake holder yg terkait lainnya dan masyarakat. karena stunting ini adalah masalah multidimensi dan membutuhkan kerjasama multisektor.

Semoga kedepan harapan kita kerjasama, koordinasi, komunikasi lintas sektor lebih maksimal terutama di desa dan kecamatan agar angka stunting Kab.Lahat bisa kita turun dibawah 14% menuju Lahat Sehat Bercahaya.

Jurnalis : Bambang./AWDI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments