Kapolda Papua Pimpin Refleksi Akhir Tahun 2021 Polda

 

Jayapura – suaraindonesia1, Pada hari Kamis tanggal 23 Desember 2021 bertempat di Kediaman Kapolda Papua Jalan Trikora Kota Jayapura, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K memimpin kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 Kepala Kepolisian Daerah Papua.

Hadir dalam kegiatan Kapolda serta Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si, Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare, S.I.K., Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt. Lipius Biniluk, Ketua MUI Porvinsi Papua Ustadz Jefry Al Payage, Ketua NU Provinsi Papua Diwakili Burhan Abdullah, Ketua PGGP Provinsi Papua Pdt. H. Rollo, Ketua Muhamadiyah Ustadz Subhan Hafiz, Sekjen Dewan Presidium Papua Taha Alhamid, PJU Polda Papua, Kapolres Keerom AKBP Christian Aer S.H. dan Wakapolres Jayapura Kompol A. Puhiri, S.I.K.

Kapolda

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik, Kepolisian Daerah Papua menggelar penyampaian catatan Tahun 2021, terkait dengan capaian kinerja dan Prediksi serta Antisipasi Perkembangan Kamtibmas Tahun 2022.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif yakni masyarakat merasa aman dan nyaman kapan dan dimana saja berada, Polda Papua telah melaksanakan program Prioritas Kapolri. Untuk menunjang terlaksananya program Prioritas Kapolri, Kapolda Papua memiliki Visi, Misi dan Strategi secara maksimal diantaranya Visi terwujudnya masyarakat Papua yang aman dan tertib serta Misi melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat Papua.

Kapolda

Aspek anggaran, Polda Papua dan jajaran telah menerima dukungan anggaran DIPA dari Pusat (Mabes Polri), untuk dipergunakan belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal. Pada Tahun 2020 sebesar Rp. 1.766.048.656.000.-, yang terealisasi selama Tahun 2020 sebesar Rp. 1.739.924.954.803.-, dengan persentase 98,52%, adapun Tahun 2021 Polda Papua mendapat DIPA yang telah di refocussing sebesar Rp. 2.127.104.518.000,- yang terealisasi per tanggal 21 Desember 2021 sebesar Rp. 1.769.874.838.316,- dengan persentase 83,21%. Ditahun 2021 dan terdapat pengurangan anggaran DIPA sebanyak Rp.203.078.770.000,- dalam rangka penanganan Covid-19, anggaran tersebut telah refocusing.

Polda Papua dengan luas wilayah 317.062 Km2 dan jumlah penduduk 2.612.854 orang, dengan jumlah anggota Polda Papua dan Polres Jajaran pada Tahun 2020 sebanyak 11.742 personil dan pada Tahun 2021 sebanyak 13.784 personil. Di Tahun 2021 adanya penambahan Bintara Muda dari Program Bintara Noken sebanyak 1.999 dan Reguler sebanyak 250 yang telah dilantik pada hari Rabu tanggal 22 Desember 2021. Program Bintara Noken jika terpenuhi setiap Tahun minimal sebanyak 2000, maka beberapa Tahun kedepan seluruh Polres dan Satuan Kerja di tingkat Polda akan terpenuhi sehingga semakin optimalnya pelayanan publik yang dirasakan oleh warga masyarakat. Peningkatan kapasitas personel Polda Papua dengan melakukan Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum), Pendidikan Pengembangan Spesialis (Dikbangspes), Pelatihan fungsi, serta pendidikan dan latihan kerjasama dengan IOM (Diklat Lugri).

Kapolda

Berdasarkan Data Dumas yang diterima oleh Itwasda Polda Papua di Tahun 2020 sebanyak 22 kasus pengaduan sedangkan di Tahun 2021 sebanyak 37 kasus pengaduan sehingga di Tahun 2021 terjadi peningkatan sebanyak 15 pengaduan atau 68,18%.

Sementara itu, Pengaduan masyarakat terhadap Polri terkait tindak pidana selama Tahun 2021 dapat dijelaskan bahwa komplain terhadap proses penyidikan tindak pidana oleh penyidik Polri merupakan permasalahan terbesar salah satunya lamanya proses penanganan laporan polisi oleh penyidik sehingga mengakibatkan belum adanya kepastian hukum terhadap perkara yang dilaporkan.

Baca: Dandim, Letkol Inf. Catur Silaturahmi dengan Wartawan.

 

Pemberian sanksi hukum kepada personil Polda Papua baik berupa sanksi disiplin, kode etik, pidana dan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Selain memberikan sanksi dan hukuman, Pimpinan Polda Papua juga telah memberikan reward (penghargaan) kepada sejumlah personel dan instansi luar serta personil TNI yang berprestasi berupa penghargaan dan tanda kehormatan sebanyak 2.567 personil terdiri dari personil TNI-Polri dan WNI.

Bidang pelayanan publik, Polda Papua telah melakukan berbagai perbaikan kualitas pelayanan dari, Fungsi Reskrim, Fungsi Intelejen, Fungsi Lalulintas, Fungsi Samapta dan fungsi Binmas dengan melakukan berbagai peningkatan pelayanan serta tugas rutin Kepolisian.

Berbagai kegiatan dan program dalam upaya menurunkan tingkat kejahatan di masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan patroli Rutin, sebagai upaya preventif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Selain itu, Polda dan Polres juga rutin memberikan sosialisasi, baik itu kepada kelompok masyarakat, sekolah dan komunitas, sebagai bagian dari pemolisian Proaktif.

Beberapa kegiatan dan program yang telah dilakukan Polda Papua diantaranya Patroli Rutin, Sosialiasi, meningkatkan peran Bhabinkamtibmas, meningkatkan angka penyelesaian masalah, meningkatkan sinergitas polisional (Intra Kepolisian) dan lintas instansi, meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan, mengembangkan masyarakat harmonis dan demokratis, Nol pelanggaran bagi anggota Polda Papua,mewujudkan personil Polri taat hukum dan taat kode Etik profesi, meningkatkan sinergitas, berusaha menekan komplain publik,meningkatkan publik trust kepada Polri dan meningkatkan nilai-nilai kebangsaan di Papua.

Program Unggulan Polda Papua, Implementasi pendekatan atau interaksi yang sangat efektif bagi Polda Papua kepada masyarakatnya adalah pendekatan secara manusiawi atau Soft Approach Policing. Dan dalam implementasinya, pendekatan tersebut adalah melalui Binmas Noken.

Implementasi dari Binmas Noken ini harus dilakukan bersama-sama mitra pengimbang (counter parts) seperti expert (para ahli), NGO (LSM), Akademisi (PT), Media (cetak dan elektronik, pemerhati social) dan Stake holders (pemerintah pusat dan daerah.

Selain secara eksternal, implementasi Binmas Noken secara internal berlaku bagi semua fungsi teknis kepolisian dan fungsi pendukung dan secara konsep teknis operasionalisasi dirangkum dalam program-program dengan jargon lokal, yakni; Kasuari (Kesejahteraan untuk anak negeri), Koteka (komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas), Si-ipar (polisi pi ajar), Peka (Peduli Kamtibmas), Matoa (Millennial Torang Maju), Papeda (pemuda pemudi cendikia) dan TIFA (Torang Insan Faham Adat).

Keseluruhan konsep operasionalisasi Binmas Noken ini diharapkan dapat menjadi solusi yang sesuai dalam menentukan peranan Polri dalam berkontribusi dalam percepatan pembangunan Papua dengan cara To win the hearts and mind the people of Papua.

Terkait dengan Gangguan Kamtibmas di wilayah Hukum Polda Papua, Trend gangguan Kamtibmas terkait kejahatan Konvensional mengalami peningkatan 20,98% dari 3.212 kasus di Tahun 2020 menjadi 3.886 kasus di Tahun 2021 diantaranya kasus Pencurian, Pencurian Kendaraan Bermotor, Pengeroyokan, Pencurian Dengan Pemberatan, Pencurian Dengan Kekerasan, Penganiayaan Berat dan Pembunuhan. Sedangkan Kejahatan Trans Nasional mengalami penurunan sebanyak 43 kasus atau 12,5% dari 344 kasus di Tahun 2020 menjadi 301 kasus di Tahun 2021, penurunan terjadi di Kasus Narkoba. Sementara untuk Kejahatan Kekayaan Negara juga mengalami penurunan sebanyak 18 kasus atau 21% dari 97 kasus di Tahun 2020 menjadi 79 kasus di Tahun 2021 yakni kasus Ilegal Logging, Korupsi dan Illegal Fishing sedangkan kasus pencucian uang tetap (tidak terjadi peningkatan dan penurunan).

Selanjutnya situasi Keamanan dan Ketertiban Lalu Lintas, kasus kecelakaan mengalami penurunan, dimana di Tahun 2020 terjadi sebanyak 1.717 kasus sedangkan di Tahun 2021 terjadi sebanyak 879 kasus sehingga di Tahun 2021 terjadi penurunan sebanyak -838 kasus atau -48,80%. Sementara untuk pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan dengan persentase -68,04% dimana di Tahun 2020 terjadi sebanyak 38.912 kasus sedangkan di Tahun 2021 terjadi sebanyak 12.434 kasus sehingga di Tahun 2021 terjadi penurunan sebanyak -26.478 kasus.

Penanganan kasus menonjol, selama Tahun 2021 terjadi sebanyak 92 kasus Kelompok Sipil Bersenjata, yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Nduga. Dalam kasus tersebut terdapat korban dari TNI/Polri dan masyarakat yaitu anggota TNI meninggal dunia sebanyak 11 orang dan 19 orang luka, anggota Polri 4 orang meninggal dunia dan 3 orang luka serta masyarakat meninggal dunia sebanyak 19 orang dan luka 11 orang. Sementara korban dari Kelompok Kriminal Bersenjata sebanyak 12 orang. Dan disisi lain adanya Kelompok KKB yang menyatakan diri kembali ke Pangkuan NKRI sebanyak 27 orang di wilayah Hukum Polres Kepulauan Yapen.

Kemudian terkait dengan Operasi Kepolisian Tahun 2021, Polda Papua telah melaksanakan 13 Operasi Kepolisian terpusat maupun kewilayahan diantaranya Operasi Amole I dan II 2021, Operasi Bina Kusuma 2021, Operasi Keselamatan Matoa, Operasi Nemangkawi, Operasi Deraku Cartenz, Operasi Patuh Cartenz, Operasi Hawa Cartenz, Operasi Aman Nusa I dan II, Operasi Ketupat, Operasi Zebra Cartenz dan Operasi Lilin Cartenz 2021.

Terkait dengan pencapaian Polda Papua akan terus meningkatkan Sinergitas dan keterpaduan dengan stakeholder dan para tokoh guna menciptakan Sitkamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Papua sehingga proses pembangunan bisa berlangsung dengan optimal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga Papua.

Pewarta : Rahman.P

- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.