Exclusive Content:

Deponering: “TERSANGKA” Seumur Hidup?

Ada hal menarik dari proses persidangan sengketa Perselisihan Hasil...

Kapolres Mukomuko Monitoring Pospam dan Posyan Ketupat Nala 2024

Kapolres Mukomuko AKBP Yana Supriatna, S.I.K, M.Si, melakukan monitoring...

Polres Mukomuko Serahkan Zakat Kepada 28 KK

Dalam rangka menjalankan kewajiban umat Islam di Bulan Ramadhan,...
BerandaDAERAHMantan Kepala BPBD Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Ditahan di Mako Polres

Mantan Kepala BPBD Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Ditahan di Mako Polres

Author

Date

Category

 

SuaraIndonesia1, Sendawar, Kaltim – Dua tersangka berinisial JN dan AD, mantan pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sendawar, Kamis (9/12/2021) malam beberapa hari lalu. Keduanya kini dititipkan di rumah tahanan Mapolres Kubar.

Tersangka korupsi yang masih mengalami gangguan kesehatan itu berinisial JN dan merupakan mantan kepala BPBD Kabupaten Kutai Barat. Alasan penahanan itu, menurut pihak Kejari, karena semua alat bukti sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah terpenuhi.

Mantan

Karena kita sudah mempunyai bukti yang kuat sesuai dengan KUHAP, baik keterangan saksi-saksi, alat bukti surat, keterangan ahli, keterangan tersangka, dan adanya barang bukti. Jadi alat bukti cukup sesuai KUHAP,” ujar Kepala Kejari Sendawar Bayu Pramesti.

 

Tersangaka JN dan AD diguga terlibat penyalahgunaan anggaran untuk kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun anggaran 2019 di BPBD Kubar.

Mantan

JN dan AD “ bermain” pada anggaran kegiatan pembuatan rambu-rambu dan papan peringatan pencegahan karhutla dengan mengunakan Dana Bagi Hasil dan Dana Reboisasi (DBHDR) pada APBD Kubar, hingga merugikan negara 1 miliar lebih.

Penahanan itu dilakukan setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di BPBD Kubar. Penetapan tersangka sebenarnya dilakukan sejak (14/4) lalu. Namun, hampir 8 bulan, JN dan Ad tidak ditahan dan hanya dikenal wajib lapor. Alasannya karena JN mengalami gangguan kesehatan.

Baca: Penetapan Sebagai Wilayah Ibu Kota Negara Baru di PPU, Bermunculan Kasus Sengketa Tanah

Kondisi kesehatan tersangka JN pernah disampaikan mantan penasihat hukumnya, Rabin Rabahni. Menurutnya, JN pernah mengalami kecelakaan hebat beberapa tahun silam, dan akibat kecelakaan itu, JN sempat kritis. Selain itu, dia menderita penyakit komplikasi seperti diabetes, vertigo, sampai mata rabun.

Kejari mengatakan, penahanan terpaksa dilakukan pada Kamis (9/12). Kejari Kubar meminta tim dokter dari RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) melakukan pemeriksaan, hasilnya JN dinilai sehat.

“Ya namanya juga usia lanjut tapi setelah kita minta bantuan dokter RSUD HIS jadi itu sudah layak, hitungannya masih sehat. Artinya nanti kita minta juga kepada bagian rutan sana diberikan keleluasan untuk berobat, artinya penahanan ini tidak menganggu proses untuk pengobatan,” ujarnya.

Sebelum ditahan, JN dan AD sempat dibawa ke kantor Kejari Kubar. Keduanya diminta mengikuti tes antigen Covid-19. (bbm)*

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: suaraindonesiasatu80@gmail.com. Terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments