Exclusive Content:

Satlantas Polres Pasbar Gelar Razia Pasca Operasi Ketupat 2024

Pasaman Barat - Dalam upaya mengurangi tingkat kecelakaan Lalu...

Wahyudi Thamrin, SH, MH, Tokoh Muda, Pengusaha sukses dan organisatoris Berpeluang Nakhodai Lima Puluh Kota

Pasca berlansungnya agenda Halal Bihalal serta konsolidasi pasca lebaran...

TSY. Djoker Intimidasi Wartawan, Minta Hapus Berita PETI Sianida dan Merkuri di Bukit Hitam 

Temenggung Servarius Yulius Djoker melakukan intimidasi terhadap Wartawan Redaksi...
BerandaDAERAHMendagri, Peringatkan Kepala Daerah Komoditi Pemicu Inflasi

Mendagri, Peringatkan Kepala Daerah Komoditi Pemicu Inflasi

Author

Date

Category

Suara Indonesia 1 – Pemerintah kabupaten dan kota diperingatkan untuk menyiasati ketersediaan beberapa komoditi pokok yang menjadi pemicu terjadinya insflasi. Mendagri Tito Karnavian meperingatkan hal itu secara virtual, Senin (27/3/2023) di aula eksekutif kantor Bupati Tanahdatar.

Mendagri, Tito Karnavian menyampaikan peringatan itu kepada seluruh kepala daerah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 yang dilangsungkan secara  virtual

Dalam arahannya Mendagri Tirto memperingatkan pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiasati ketersediaan beberapa komoditi pokok yang menjadi pemicu inflasi.

” Paparan BPS, Kementan dan beberapa kementerian lainnya, menyebutkan ada beberapa komoditi yang patut diwaspadai ketersediaan, agar jangan terjadi kelangkaan dan memicu inflasi.” Komoditi yang patut diwaspadai itu seperti cabai merah, beras dan daging ayam. Sedangkan ketersediaan pangan, terutama bahan pokok mencukupi.

Mendagri
Wakil Bupati Tanahdatar, Richi Aprian

Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian selepas Rakor, berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti arahan Mendagri tersebut.

Dari Mendagri menteri, “kita di daerah diminta untuk mendata kondisi ril di lapangan berkaitan kondisi komoditas yang surplus ataupun komoditas kekurangan”.

Dikatakan Richi, seteleh data yang akurat diperoleh maka barulah dapat dilakukan langkah-langkah selanjutnya terhadap berbagai komoditi yang dihasilkan oleh para petani di Tanah Datar.

“Sekiranya minus, haruslah ada Langkah untuk mengatasinya. Sebaliknya jika surplus tentunya kerjasama untuk memasarkan produk hasil pertanian petani dengan beberapa daerah lain harus dimaksimalkan,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments