Nilai Pancasila Sudah Dipraktikkan Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Padang, Suaraindonesia1, 31 Mei 2022—Keunggulan Pancasila dari ideologi lainnya adalah nilai-nilainya digali dari pandangan, sikap dan prilaku masyarakat nusantara jauh sebelumnya Indonesia merdeka. Karena sudah menjadi nilai dan praktik hidup keseharian, dengan segala tantangannya,Pancasila akan mampu terus bersemai di negeri ini.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, jauh sebelum Indonesia merdeka, nilai-nilai Pancasila sudah bersemai di hati dan tindakan masyarakat di berbagai daerah di nusantara yang hingga saat ini terus dipegang dan dipraktikkan secara utuh. Salah satunya oleh masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar) yang filosofi hidupnya sangat lekat dengan kelima sila Pancasila.Pancasila

“Sebelum bangsa ini merdeka, nilai Pancasila sudah ada di alam pikiran dan tindakan masyarakat Sumbar yang terus menguat hingga kini. Besarnya peran tokoh-tokoh asal Sumbar, sebut saja Mohammad Hatta, Soetan Sjahrir, Mohammad Yamin, Haji Agoes Salim, Sjafroeddin Prawiranegara bersama tokoh daerahnya lainnya memperjuangkan kemerdekaan dan membentuk Republik yang berdasarkan Pancasila ini menjadi memori besar yang tertanam kuat di benak warga Sumbar dan tidak luntur sampai detik ini,” ujar Fahira Idris di sela-sela Sosialisasi 4 Pilar MPR RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) di Padang, Sumatera Barat (31/5).

Baca: Kepercayaan Pemerintahan MM-HH Terhadap Dirut Perumda Yang Sudah Masuk 1 Tahun.

Menurut Fahira, praktik sila Ketuhanan yang Maha Esa begitu nyata di Sumbar. Orang Minangkabau sudah terkenal dengan religiusitasnya. Filosofinya Adat bersendikan Syariah dan Syariah bersendikan Kitabullah adalah nafas dari sila Ketuhanan yang Maha Esa. Warga Sumbar juga senantiasa hidup dengan semangat keadilan lewat filosofi “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” yang merupakan implementasi nyata dari sila kedua Pancasila. Selain itu, sudah menjadi kebiasaan bahwa jika ada bencana besar menghampiri negeri ini, warga Sumbar selalu menyumbangkan berton-ton rendang ke daerah bencana.

Implementasi Persatuan Indonesia, lanjut Fahira juga nyata di Sumatera Barat. Semua pendatang diterima dan diperlakukan dengan baik apapun sukunya, agamanya atau rasnya. Disisi lain orang minang yang terkenal sebagai perantau selalu membaur karena berpegang pada prinsip “dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.  Soal musyawarah dan mufakat juga sudah menjadi praktik hidup masyarakat Sumbar sejak dulu yang terkenal dengan filosofi demokrasi “bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mupakaik” (bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat).

Sementara untuk sila keadilan sosial juga turun temurun dipraktikkan lewat filosofi “mandapek samo balabo, kahilangan samo marugi, maukua samo panjang, mambilai samo laweh, baragiah samo banyak, manimbang samo barek” (mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi, mengukur sama panjang, menyambung sama lebar, berbagi sama banyak, menimbang sama berat).

“Sejatinya nilai-nilai Pancasila sudah menyediakan konsep, prinsip dan nilai yang merupakan faktor endogen suku-suku bangsa yang ada di Indonesia dalam membentuk karakternya. Selama kita konsisten, maka bangsa ini akan bisa menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkas Fahira Idris yang berdarah Minangkabau ini. #

FAHIRA IDRIS, S.E., M.H

Anggota DPD RI DKI Jakarta

Telp: 0818430086/08170877686

Must Read

Related News

Rapat Paripurna Bersama DPRD, Bupati Pohuwato Tandatangani Persetujuan KUA PPAS T.A 2022

Suaraindonesia1, Pohuwato - Hadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, tandatangani berita acara persetujuan bersama tentang KUA PPAS Perubahan APBD...

Jaksa Agung RI Prof ST Burhanuddin: Pemidanaan Korporasi Dengan Cara Penutupan Korporasi Jangan Merugikan Orang Yang Tidak Berdosa

  Jawa Barat, suaraindonesia1, Jaksa Agung, Prof ST Burhanuddin menegaskan, pemidanaan terhadap korporasi tidak semata-mata persoalan hukum, tetapi juga persoalan sosial kemasyarakatan. Pemidanaan yang lebih...

Ketua DPD RI: Konflik Lahan di Banyuwangi Tak Boleh Korbankan Siswa

  JAKARTA - SuaraIndonesia1, Konflik lahan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membuat siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Darul Huda tak bisa melaksanakan...

Bupati Aceh Tamiang Lepas Peserta Pawai Pakaian Adat dan Sepeda Santai.

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang-Bupati Aceh Tamiang Mursil SH MKn, melepas peserta pawai pakaian adat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke- 77. Kegiatan dipusatkan di lapangan belakang...

Bupati Membuka Acara Lomba Masak Serba Ikan dan Cipta Menu B2SA

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang-Bupati Aceh Tamiang Mursil SH MKn membuka acara lomba memasak serba ikan dan lomba cipta menu B2SA. Kegiatan berlangsung di lapangan belakang kantor...

Sidang Paripurna DPD RI Putuskan Tamsil Linrung Gantikan Fadel Muhammad  

  JAKARTA - Suaraindonesia1, Sidang Paripurna ke-2 DPD RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2022-2023 yang dipimpin Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di...

Kukuhkan Paskibraka, Bupati Pohuwato : Laksanakan Tugas Yang Dipercayakan

Suaraindonesia1, Pohuwato - Kukuhkan anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka), Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga langsung menitipkan pesan agar tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan...

DPD RI Akan Tindaklanjuti Sengketa Harga Ganti Rugi Tanah Pembangunan Blok Masela

  JAKARTA – SuaraIndonesia1, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono beserta Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar,...

Kini Uang Pecahan Baru 2022, Sudah Bisa Didapatkan

  JAKARTA – Suaraindonesia1, Bertepatan pada HUT-77 Kemerdekaan RI. Pemerintah dan Bank Indonesia meluncurkan 7 (tujuh) pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.