Penagihan Memberatkan, APPSI Tebar Form Keluhan Dan Aduan.

 

Bitung – Suaraindonesia1, Menyikapi berbagai aspirasi pedagang terkait penagihan yang dilakukan Perumda Pasar kota Bitung, maka Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia – APPSI Kota Bitung menyebar ratusan kuisioner berisi aduan dan keluhan kepada pedagang di 4 pasar besar Kota Bitung. Hal ini ditegaskan ketua Appsi Bitung KH. Ust Hairrudin Bandu, ketika dikonfirmasi media jumat 28/1-2022 hari ini.

Menurut Bandu, secara umum Appsi berjuang diwilayah normatif dengan pemerintah. Karena Appsi organisasi pedagang pasar. Karena itu, Appsi berjuang dengan terstruktur dan sistematis, untuk merangkum semua aspirasi pedagang secara personal.Penagihan

Hal ini diperlukan agar kita mendapatkan informasi valid terkait kemampuan bayar masing-masing pedagang. “sedang dijalankan oleh 4 pengurus komisariat pasar yakni pasar winenet, pasar cita, pasar girian dan pasar sagerat” kata Bandu. Menurtnya kuisioner tersebut berisi keluhan dan aduan pedagang tentang besaran angka penagihan.

Baca: Asosiasi Kontraktor Listrik Tak Hanya AKLI, Sanderson: Pilih Wadah Yang Melindungi Hak Konsumen

Dalam kuisioner tersebut disebutkan juga solusi dan angka penagihan yang tepat sesuai kemampuan pedagang. “kita berjuang untuk menjaring aspirasi dengan cara pendekatan data dan analisa” tegas Bandu.Penagihan

Setelah memasukan kuisioner tersebut kepada komisariat pasar, selanjutnya Appsi akan menurunkan tim dari departemen penelitian dan pengembangan, untuk memverifikasi semua keluhan dan aduan langsung kepada pedagang dilokasi berjualan/kios.

Dari sanalah akan diketahui kemampuan bayar setiap pedagang, dan akan diperjuangkan oleh APPSI, Tegas Bandu.

Ketua Appsi yang juga berprofesi sebagai dosen aktif di STISIPOL MERDEKA ini menegaskan, metode ini kita lakukan sebab kondisi memberatkan tidak bisa digeneralisir sama kepada semua pedagang.

Masing masing pedagang dan lokasi berjualan serta pasar yang ditempati memiliki data dan persoalan yang berbeda-beda. Dia mencontohkan, kondisi memberatkan dipasar Winenet pasti berbeda dengan pasar cita, begitupun kondisi dipasar cita pasti berbeda dengan pasar sagerat.

Bandu menegaskan, dengan data tersebut maka wilayah perjuangan Appsi akan menyasar kepada pedagang yang benar2 membutuhkan diskresi kebijakakan khusus dari pemangku kepentingan.

“Jangan sampai pedagang besar dan mapan justru memanipulasi diri dengan propaganda penolakan. Ikut ikutan berlindung dibalik pedagang yang tidak mampu. Perjuangan Appsi harus tepat sasaran, karena itu kami memerlukan data pedagang untuk diverifikasi.” Katanya.

Appsi menghormati kebijakan pemerintah dan perumda pasar, Sebab dasar penagihan dan wilayah perdagangan yang ditempati pedagang memang milik pemerintah. “jika kita melakukan penolakan maka harus disertai data dan analisa lapangan.

Sebab penentuan angka penagihan, menurut perumda pasar juga berdasarkan data studi banding dibeberapa daerah”.

Pada kesempatan itu, Bandu juga mengingatkan kepada pedagang agar tidak terprovokasi berbagainpihak yang hanya ingin mencari panggung keuntungan atas persoalan ini.

Ketika situasi memburuk pedagang akan ditinggalkan babak belur ditegasi pemerintah atau perumda pasar. Mari kita ikuti mekanisme Appsi dengan pendekatan ilmiah.

Menurut Bandu, Pada tahap awal Appsi sudah berjuang. Awalnya ada wacana rencana penagihan per kios ada diangka 1 jt dan lapak 500, tetapi Appsi Bitung mengintervensi dengan keras. Dan terjadilah perubahan seperti sekarang, turun hingga 250 ribu per kios dan 100 ribu per lapak dipasar.

Sementara Direktur Utama Perumda Harto Kahiking menegaskan. Angka yang disampaikan perumda berada pada level terendah penagihan pasar diwilayah seekitar Bitung.

Angka itu adalah hasil studi banding dibeberapa daerah. Menyinggung dasar hukum penagihan Kahiking menegaskan “dasar penagihan dikaji dibagian hukum pemkot yang dijabat jaksa aktif, jadi semua sudah sesuai dasar. Dan selanjutnya ditegaskan dalam bentuk SK Direksi Perumda Pasar.

Pada kesempatan itu, Kahiking menyambut baik apa yang dilakukan Appsi. “upaya advokasi yg dilakukan Appsi sudah benar dan profesionaal.

Ini langkah maju dalam memperjuangkan aspirasi pedagang. Dengan data keluhan yang terverifikasi dilevel pedagang, menunjukan kualitas Appsi bukan sembarangan. Menolak harus punya data, itu baru taat aturan dan profesional. Kita akan mengakomodir sepanjang memiliki data dan analisa. Tegas Kahiking.

Seperti diketajui perumda pasar mulai melaksanakan kebijakan penagihan atas kios dan lapak pada awal 2022. Angka ini dianggap memberatkan, karena biasanya pedagang membayar tahunan. Sebagian melakukan penolakan, sebagian pedagang pasar meminta keringanan. (Aten SK)

Must Read

Related News

Raker dengan KPU dan Bawaslu, Senator DPD RI Fernando Sinaga Desak Penyusunan PKPU Dipercepat

  Jakarta – Suaraindonesia1, Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Raker dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum...

Guna Mengoptimalkan Pembangunan Sumbar, Ketua DPRD dan Gubernur Bertemu Perantau

  PADANG- Suaraindonesia1, Bahas sejumlah isu strategis untuk mengoptimalkan pembangunan daerah, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Supardi beserta Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansarullah, adakan pertemuan...

LaNyalla: Harga Bahan Pokok Tak Stabil di Surabaya Ganggu Roda Perekonomian

  SURABAYA - Suaraindonesia1, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan perhatian terhadap harga sejumlah bahan pokok di Surabaya, Jawa Timur, yang sangat fluktuatif. LaNyalla...

Bareskrim Polri Ungkap Sindikat Penyalahgunaan BBM Solar di Pati

  Pati,Suaraindonesia1 - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ungkap sindikat penimbunan BBM jenis solar bersubsidi. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memimpin press release kasus penyalahgunaan...

Canangkan Program BIAN, Di Kecamatan Taliabu Timur Selatan, Sejumlah Pihak Komitmen Bersama

  Taliabu | Suaraindinesia1.Id - 24/05/2022 Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk 9 Desa di wilayah kerja Puskesmas Losseng , kecamatan Taliabu Timur Selatan,...

495 Gambar Mural Ikonik Jakarta Mulai Hiasi Tembok Pembatas Jalan RE Martadinata

  Jakarta.SuaraIndonesia1 - Mural Ikonik Jakarta mulai menghiasi tembok pembatas jalan di sepanjang Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ditargetkan terdapat 495 gambar yang...

Perumda Delta Tirta Ulang Tahun Yang Ke-44, Masyarakat diguyur Promo Layanan

  SIDOARJO, suaraindonesia1 - terhitung masi 2 bulan lagi tepatnya 05/07/22 Perumda Delta Tirta Ulang Tahun ke 44 namun masyarakat Sidoarjo sudah merasakan sensasi kebahagiaan...

SBY Beri Bantuan untuk Pacitan di Porprov Jatim, LaNyalla: Kepedulian yang Harus Ditiru

  SURABAYA – Suaraindonesia1, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi kepada Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), atas kepeduliannya terhadap olahraga,...

Viral… Gerbang Tol Tomang Terjadi Tindak Kekerasan 2 Pengemudi Mobil Mewah

  JAKARTA, Suaraindonesia1, Kasus dugaan tindak kekerasan yang dilakukan pengemudi mobil Pajero kepada pengemudi mobil Yaris di gerbang Tol Tomang, Jakarta Barat dan viral di...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.