Sebut Indonesia Butuh Transformasi Sistem Politik, Sultan: Akan Menjadi Legacy Demokrasi Jokowi

 

Jakarta, Suaraindonesia1 – Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin kembali menegaskan bahwa satu-satunya syarat bangsa ini mematangkan demokrasi presidensial yang mensejahterakan adalah dengan melakukan transformasi sistem politik dan ketatanegaraan melalui Revisi Undang-undang Partai politik dan amandemen konstitusi.

“Kami meyakini bahwa Semua elemen Bangsa terutama elit politik menyadari hal yang sama. Transformasi sistem politik membutuhkan kebesaran jiwa dan kepekaan moral politik nasional untuk bisa menjadi bagian dari solusi problematika bangsa saat ini”, ungkap Sultan melalui keterangan resminya pada Senin (23/05).transformasi

Selanjutnya mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu mendorong presiden Joko Widodo untuk turut memperhatikan status quo sistem politik dan kemunduran demokrasi yang sangat mengganggu tujuan bangsa ini dalam bernegara. Presiden harus bersedia untuk mempercantik canvas sejarah politiknya sendiri sebagai legacy demokrasi yang akan dikenang generasi selanjutnya.

Baca: Kibarkan Bendera Simbol LGBT, Ketua DPD RI Desak Kedubes Inggris Minta Maaf

Saya kita Presiden harus menjadi Transformer penyelamat demokrasi yang terus berjalan mundur ini, agar kemudian bisa mewariskan sistem politik dan demokrasi yang lebih baik bagi pemimpin dan generasi selanjutnya. Terutama dalam menertibkan partai politik yang justru menjadi lembaga politik yang paling merusak sistem demokrasi kita.transformasi

“Maka kami selalu mengatakan bahwa sistem politik kita saat ini hanya melahirkan politisi dan para perebut kekuasaan yang pragmatis, bukan menghadirkan para negarawan yang memikirkan masa depan bangsa, seperti para Founder fathers kita dahulu”, tegasnya.

Menurutnya, fenomena Multi Partai Ekstrim sangat tidak relevan dengan demokrasi presidensial. Karena Parpol merupakan institusi politik publik, maka Negara harus membatasi jumlah partai dan merekomendasikan kurikulum pendidikan politik yang baku bagi partai politik sesuai nilai-nilai Pancasila.

Semua warga negara tentu berhak dan bebas untuk berkumpul dan berserikat, namun tidak berarti masyarakat boleh seenaknya membentuk organisasi politik yang dalam aktivitasnya berpengaruh langsung terhadap nasib aktivitas dan masa depan negara seperti Partai politik.

Oleh karena itu, Pemerintah dan DPR tidak boleh abai dengan perhatian dan kritik Publik saat ini. Jangan lagi kita biarkan karakter partai politik yang lemah, dimanfaatkan oleh elit saudagar sebagai alat perebut kekuasaan semata.

“Karena kemajuan selalu mensyaratkan perubahan dan transformasi. Dan Kemunduran sistem politik yang menjebak demokrasi ke dalam lingkaran hegemoni kepentingan elit dan oligarki ini harus kita akhiri demi masa depan bangsa yang lebih baik”, tutupnya.

Wacana reformasi sistem politik ini juga disuarakan oleh intelektual dan akademisi senior yang baru terpilih Ketua Dewan Pers Indonesia, Azyumardi Azra yang bicara soal demokrasi Indonesia. Dia menilai Indonesia butuh reformasi jilid 2 secara damai.

“Jadi sekarang kita membutuhkan reformasi jilid dua tapi yang damai. Terutama saya kira politik ya, politik kita perlu reformasi yang luar biasa. Birokrasi kita sudah banyak yang hilang,” ujar Azyumardi di Bimasena Club, Sabtu (21/5).

Must Read

Related News

Hartono Mohamad Zain, Apresiasi Ketua DPC LPK RI Boalemo

  Suaraindonesia1, Boalemo – Ketua LPK RI (Demisioner) Hartono Mohamad Zain apresiasi atas terlaksananya pengukuhan Ketua DPC LPK RI Boalemo Bapak Yusran Djupura yang baru, Dikatakan...

Sebelum Amandemen, Konsep Public Goods UUD Sesuai dengan Konsep Islam

  JAKARTA - Suaraindonesia1, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan jika konsepsi pengelolaan public goods Pancasila yang tertuang dalam UUD 1945 naskah asli...

Panitia Fun Bike Satria Kita Pancasila Adakan Rakor, Aldi F Arif: Harus Terukur

  jakarta, suaraindonesia1-Rapat Koordinasi Ketua panitia Fun bike dihadiri oleh Ketua Umum Satria Kita Pancasila ( SKP), Yusdasari, SE dan juga Ketua OKKP Aldi Arif...

Satpolair Polres Yapen Bersama Masyarakat Memasang Bendera Diperahu Nelayan.

Yapen Waropen-Suaraindonesia1, Dalam memeriahkan HUT RI Ke 77 di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua, SatpolAir Polres Kepulauan Yapen memberikan 25 Bendera Merah Putih dan...

Akhirnya Dugaan Praktek KKN Yang Terjadi di Pekon Kejayaan dilaporkan ke Kejari.

  SuaraIndonesia1. Tanggamus-Supriyansyah, SH Ketua Bidang Hukum Ormas Pekat IB Tanggamus pada hari Rabu ,10 Agustus 2022 telah melaporkan dugaan Korupsi Dana Desa tahun anggaran...

Meriahkan HUT RI Ke-77, Kodim 1709/Yawa Bersama Pemkab Yapen Gelar Lomba Lari 10 K Dan 5 K.

  Yapen Waropen-Suaraindonesia1 - Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Gelaran Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen, Pemkab Yapen bekerjasama dengan Kodim...

Melalui Konfrensi Kerja III PGRI Pohuwato, Bupati Saipul Harap Guru Ciptakan Inovasi

Suaraindonesia1, Pohuwato - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pohuwato menggelar konferensi kerja III PGRI Pohuwato masa bakti 2020-2025, yang dibuka secara langsung oleh...

Bupati Saipul : Pramuka Pohuwato Sudah Banyak Menorehkan Prestasi

Suaraindonesia1, Pohuwato - Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab), mengapresiasi gerakan pramuka yang ada di Pohuwato saat ini. Ini disampaikan Bupati...

Melalui Program Keladi Sagu Binmas Noken Beri Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat

  Yapen Waropen-Suaraindonesia1 - Sebagai wujud kepedulian akan kesehatan bagi masyarakat, Bhabinkamtibmas Polres Yapen Bripda Wasti, Amd, Kep melaksanakan program Kesehatan Lambang Diri Sehat Guna...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.