Sistem Ketahanan Bencana Perlu Segera Direformasi

Jakarta, 26 April 2022—Momentum peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun ini yang masih berlangsung di masa pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi Pemerintah dan semua pemangku kepentingan penanggulangan bencana di Indonesia untuk menyegerakan reformasi sistem ketahanan bencana di negeri ini.

Sebagai negeri rawan bencana akibat letak geografisnya, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia selain bertransformasi menjadi bangsa yang tangguh terhadap bencana. Untuk menjadi bangsa yang tangguh dibutuhkan sebuah sistem ketahanan bencana yang juga tangguh.ketahanan

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, Indonesia di satu sisi adalah negeri yang sangat kaya sumber daya alam dan subur. Namun di sisi lain wilayahnya juga sangat rawan terhadap semua jenis potensi bencana alam akibat letak geografisnya yang berada pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta lintasan gunung api aktif (ring of fire). Bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor juga membayangi negeri ini mengingat pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc).

Baca: Hadir di Sidang MK, LaNyalla: Pasal 222 UU Pemilu Langgar Konstitusi dan Berpeluang Lumpuhkan Negara

“Selain bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor, hadirnya pandemi Covid-19 menambah beban potensi bencana. Belum lagi kalau kita bicara bencana yang diakibatkan perubahan iklim. Artinya selain bencana alam, saat ini dan di masa depan kita juga harus tangguh terhadap bencana nonalam skala besar terutama wabah penyakit. Jika tantangan besar ini tidak dikelola dengan sebuah sistem ketahanan bencana yang komprehensif, maka kita akan menjadi bangsa yang akan selalu rentan dan ini tidak boleh terjadi,” ujar Fahira Idris menanggapi Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (26/4).

Menurut Fahira, reformasi sistem ketahanan bencana harus menjadi agenda utama dan prioritas pembangunan nasional karena merupakan sebuah pekerjaan besar yang harus segera dirampungkan oleh Pemerintah. Reformasi sistem ketahanan bencana bertujuan agar negeri ini punya sistem pertahanan yang tangguh baik dari sisi pencegahan, penanggulangan maupun dampak bencana terutama dari sisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Pandemi Covid-19 memberikan pengalaman berharga bagi bangsa ini begitu dahsyatnya dampak sebuah bencana yang mempengaruhi semua sisi kehidupan bahkan berpotensi melumpuhkan ekonomi sebuah bangsa.

“Sudah saatnya kita mempunyai sistem ketahanan bencana yang terstruktur, terukur dan berkelanjutan. Sudah saatnya kita memiliki dan mempraktikkan manajemen penanggulangan bencana yang menitikberatkan pada pengurangan risiko bencana. Sudah saatnya kita mempunyai sistem ketahanan bencana yang mengarahkan para pengambil kebijakan baik di Pusat maupun daerah mampu mengambil keputusan yang cepat, akurat dan handal saat bencana datang,” pungkas Senator Jakarta ini.

FAHIRA IDRIS, S.E., M.H

Anggota DPD RI DKI Jakarta

Telp: 0818430086/08170877686

Must Read

Related News

Pemerintahan Kampung Alur Bemban Laksanakan Santunan Anak Yatim.

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Pemerintahan Kampung Alur Bemban laksanakan kegiatan santunan anak Yatim dalam rangka menyambut Muharram. Acara berlangsung di Masjid Babul Falah pada senin, (8/8/2022). Panitia penyelenggara...

Panitia Anggaran DPRK Sampaikan Pendapat Terkait KUA PPAS APBK 2023

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang sampaikan pendapat terkait KUA PPAS APBK tahun 2023, kegiatan berlangsung dalam rapat Paripurna,...

Pansus BLBI DPD RI Akan Panggil Antoni Salim Untuk Ketiga Kali

  Jakarta - Suaraindonesia1, Pada tanggal 10 Agustus 2022, Pansus BLBI DPD RI menggelar rapat pendalaman materi dengan mengundang Fadel Muhammad dan Antoni Salim. Rapat...

LaNyalla: Hilangnya Pancasila Sebagai Identitas Konstitusi Jadi Pangkal Utama Karut Marut Bangsa

  JAKARTA - Suaraindonesia1, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan pangkal dari semua persoalan yang semakin membuat Indonesia karut marut adalah dihilangkannya Pancasila...

Puskesmas Kejuruan Muda Laksanakan Vaksinasi Masyarakat Pangkalan.

    Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Polsek Kejuruan Muda melaksanakan kegiatan pengamanan dan monitoring Vaksinasi Covid 19 terhadap masyarakat, serta anak-anak umur dua belas tahun keatas, para Lansia...

TTE Bertujuan Mempersingkat Proses Administrasi

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Sekretaris Daerah dan para Asisten mengikuti simulasi penggunaan aplikasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang diselenggarakan oleh...

“Intoleransi, aliran sesat, radikalisme dan terorisme” Bupati : Perkokoh Semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Bingkai NKRI.

  Suaraindonesia1-Aceh Tamiang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Aceh Tamiang laksanakan kegiatan Dialog tokoh Agama Islam dengan tema “Intoleransi, aliran sesat, radikalisme dan terorisme,...

Angka Perokok Anak Terus Meningkat, Jadikan E-KTP Syarat Beli Rokok

  Jakarta - SuaraIndonesia1, Berbagai data menunjukkan jumlah perokok anak di Indonesia meningkat. Bahkan jika merujuk data dari Global Youth Tobacco Survey, Riset Kesehatan Dasar...

Sah! Ketua DPD RI Jadi Warga PSHT

  JAKARTA - Suaraindonesia1, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, resmi dilantik menjadi warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. Acara yang mengambil tema...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.