Exclusive Content:

Dharma Bhakti TMMD Wujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah

Dengan mengusung Dharma Bhakti  TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di...

Wartawan Luak Limopuluah ” Todong” Wahyudi Thamrin Ikuti Konstetasi Pilwako Payakumbuh 2024- 2029

Wartawan Luak Limopuluah pantas acungkan jempol atas kemunculan Wahyudi...

Silent Majority, Dirty Vote & Parodi Politik

Perhelatan politik Pemilu 2024 dengan segala dinamika dan atmosfirnya...
BerandaDAERAHAkibat Kecanduan Narkoba, Pemuda Asal Sanggata, Kutai Timur, Nekat Curi 5 Motor...

Akibat Kecanduan Narkoba, Pemuda Asal Sanggata, Kutai Timur, Nekat Curi 5 Motor dari Teman dan Saudaranya

Author

Date

Category

 

SuaraIndonesia1, Samarinda, Kaltim – Akibat kecanduan Narkotika jenis sabu, pemuda (29) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) nekat menipu dan mengelapkan kuda besi alias sepeda motor milik temannya sendiri hingga milik keluargannya .

Pemuda tersebut berasal dari Sangatta, Kabupaten Kutai Timur ini mengaku sudah menjual 5 sepeda motor dan 2 telepon gengam milik teman hingga keluarganya sendiri untuk membeli barang haram tersebut karena sudah kecanduan.

Kecanduan

Dulunya, Ia mengaku sempat bekerja sebagai seorang sopir di salah satu perusahaan tambang batubara di Kalimantan Timur, pada 2014 hingga pertengahan 2021.

Tapi berhenti jadi enggak kerja lagi dan ke Samarinda buat nyari kerja karena juga Bapak di sini,” tuturnya ditemui di ruang Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Selasa (4/1/2021).

Baca: Kajari Pulang Pisau Lantik Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus dan Terima 2 Jaksa Baru

 

Karena pergaulan bebas dan lingkup kerja yang berat membuat dirinya mulai terpengaruh untuk menggunakan sabu sejak tahun 2018 lalu.
Awalnya dengan gaji yang mumpuni membuatnya tidak kesulitan mendapatkan kristal putih tersebut.

Tetapi semenjak berhenti bekerja pada pertengahan 2021, ia pun mulai kelimpungan saat hasrat menikmati sabu muncul. Hingga akhirnya seluruh tabungannya habis, pemuda kelahiran tahun 1992 ini pun nekat menggelapkan sepeda motor milik kenalan hingga keluarganya.

“Mulai bawa kabur dan jual motor teman itu dari bulan November 2021″ ujarnya. Kalau HP, saya jual Rp 800 ribu. Kalau motor dari Rp 2-7 juta. Semua uangnya buat beli sabu terus makai ramai-ramai sama teman,” ungkapnya.

Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Lima kali aksinya berhasil, dan tidak pernah dilaporkan kepada pihak berwajib, akhirnya ia terkena batunya saat salah seorang kenalannya, yakni Yoga (23) mengaku disekap di salah satu Hotel Samarinda, pada Selasa (28/12/2021) lalu.

Saat itu ia memesan kamar hotel bernomor 249 dan mengajak Yoga untuk berkumpul bersama 4 rekan lainnya. Saat itu ia hendak memakai sabu beramai-ramai.

Saat Yoga tiba, ia pun lantas meminjam sepeda motor dengan alasan untuk pergi membeli sabu.
“Tapi sebenarnya saya sudah janjian sama pembeli (sepeda motor milik Yoga) di daerah Pramuka. Jadi pas balik saya alasan motornya ditilang polisi,” ucapnya.

Jualnya harga Rp 7,3 juta. Uangnya langsung habis buat beli sabu sama bayar hotel,” ucapnya santai.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Ridgid mengaku pihak keluarga tidak ada yang mengetahui nasibnya kini.”Ibu saya di Sangatta, Bapak di Samarinda tapi saya enggak serumah karena saya sempat nikah siri tapi sudah pisah,” ucapnya.

Saya kalau sudah bebas mau minta rehabilitasi. Saya sangat menyesal karena berurusan dengan hukum itu sangat tidak enak,” katany. (bbm)*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments