Exclusive Content:

Dharma Bhakti TMMD Wujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah

Dengan mengusung Dharma Bhakti  TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di...

Wartawan Luak Limopuluah ” Todong” Wahyudi Thamrin Ikuti Konstetasi Pilwako Payakumbuh 2024- 2029

Wartawan Luak Limopuluah pantas acungkan jempol atas kemunculan Wahyudi...

Silent Majority, Dirty Vote & Parodi Politik

Perhelatan politik Pemilu 2024 dengan segala dinamika dan atmosfirnya...
BerandaDAERAHBPJS Ketenagakerjaan Desa Kejar Target 70 Juta Peserta Mulai Mei 2023

BPJS Ketenagakerjaan Desa Kejar Target 70 Juta Peserta Mulai Mei 2023

Author

Date

Category

Jakarta, AuraIndonesia.id | BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menargetkan jumlah kepesertaan sebanyak 70 juta pada 2026, baik itu pekerja formal maupun informal. Untuk mencapai target tersebut, BPJS Ketenagakerjaan pada Mei 2023 mulai bergerak mengampanyekan Kerja Keras Bebas Cemas ke 83.000 desa secara bertahap.

Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun mengatakan ” mudah-mudahan minggu ketiga, bulan Mei (2023) ini,  kita ada kampanye Kerja Keras Bebas Cemas masuk desa. Kita sudah mulai cari informasi atau pola perilaku mereka,” kata ujarnya saat ditemui di Jakarta.

“Total ada 83.000 desa di seluruh Indonesia (akan menjadi sasaran) BPJS Ketenagakerjaan, tapi bertahap. Strateginya adalah dengan menggandeng perangkat desa sama penyuluh informasi publik,” lanjut dia.

Hingga Februari 2023, jumlah peserta aktif Ketenagakerjaan sebanyak 35,3 juta atau meningkat 14,01 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, untuk jumlah kepesertaan, lanjut Oni, masih tinggi untuk kategori pekerja formal dibandingkan pekerja informal.

“Pekerja informal totalnya sekarang ada 6,1 jutaan per Februari 2022. Pekerja formalnya sekarang 22,58 juta dibanding 20,9 juta tahun lalu, naiknya 7 persen,” sebutnya.

Maka dari itu, kami terus aktif mengampanyekan Kerja Keras Bebas Cemas tersebut. Oni pun mengungkapkan bahwa sumber dana terbesar  bersumber dari pekerja informal.

“Sumber terbesar kita jujur saja paling banyak petani dan nelayan. Pedagang pasar, termasuk pedagang di pelelangan ikan, dan juga ojol. Insya Allah dengan sosialisasi, komunikasi kita konsisten terus, awareness, pemahaman, awareness, pemahaman, mudah-mudahan 70 juta (target kepesertaan) bisa tercapai di 2026,” pungkasnya.

Pada 20 Oktober 2022, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan strategi komunikasi baru dengan mengusung tema Kerja Keras Bebas Cemas. “Jadi kita meluncurkan kampanye Kerja Keras Bebas Cemas. Kerja Keras Bebas Cemas ini kampanye yang ditujukan untuk para pekerja bukan penerima upah,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam kampanye tersebut, di Jakarta.

Sejalan dengan itu, Bambang Utama Selaku Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel menyampaikan, bahwa program kampanye kerja keras bebas cemas ini Sudah dimulai pada tahun 2022 lalu.

“Kampanye Kerja Keras Bebas Cemas ini, sudah kita implementasikan di Kanwil Sumbagsel dan Jajaran, salah satunya adalah Kita membuat Mural BPJS Ketenagakerjaan yang berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.71, Talang Semut, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan”, Tambah Bambang. (RL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments